3 Pelatih Top Dunia Di Bawah Tekanan Besar

3 Pelatih Top Dunia Di Bawah Tekanan Besar, Massimiliano Allegri dan Bahu Jurgen Klopp

3 Pelatih Top Dunia Di Bawah Tekanan Besar, Massimiliano Allegri dan Bahu Jurgen Klopp. Dalam sepak bola kompetitif di level tertinggi, manajer atau pelatih adalah individu yang paling ditonjolkan. Hasil pertandingan selalu dengan kemampuan manajer atau pelatih. Banyaknya tim di Eropa saat ini tampil kurang konsisten dan membuat manajer atau pelatihnya mendapat perhatian lebih.

Klub-klub top Eropa memiliki banyak penggemar dan banyak yang bertaruh pada setiap kampanye mereka. Baru dua bulan sejak musim 2022/2023 dimulai di Eropa, namun banyak manajer atau pelatih yang dipecat dari jabatannya.

Thomas Tuchel adalah pelatih atau manajer paling menonjol yang dipecat klubnya saat musim belum genap dua bulan. Thomas Tuchel dipecat oleh Chelsea dan didukung oleh Graham Potter.

Hal ini menggambarkan bagaimana seorang manajer atau pelatih tim sering menjadi kambing hitam dalam dunia sepakbola, terutama ketika dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. terkadang itu bisa menjadi kesalahan mereka, terkadang tidak.

Seperti dilansir Sportskeeda, berikut lima manajer atau pelatih papan atas yang saat ini sedang tertekan akibat performa tim yang kurang optimal:

⦁ Brendan Rodgers (Kota Leicester)

Leicester City finis kelima di Liga Premier 2019/2020 dan 2020/2021. Sedangkan musim lalu, atau 2021/2022, The Foxes finis di posisi kedelapan. Akan adil untuk mengatakan bahwa The Foxes mulai memantapkan diri mereka sebagai tim yang tangguh di Liga Premier yang secara teratur finis di papan atas.

Namun, setelah musim panas lalu, di mana mereka tidak memperkuat tim karena masalah keuangan, Leicester City tampaknya terguncang musim ini. Mereka berada di dasar klasemen dan tanpa kemenangan setelah delapan pertandingan Liga Premier.

Situasi ini telah menempatkan manajer Leicester City, Brendan Rodgers, dalam tekanan besar. Pemilik klub sedang bermurah hati saat ini karena mereka berkontribusi pada kejatuhan tim saat ini setelah gagal berinvestasi di jendela transfer musim panas.

Namun, Rodgers berada di momen krusial saat ini dan harus cepat jika ingin mempertahankan posisinya sebagai pelatih di King Power Stadium.

⦁ Julen Lopentegui

Julen Lopetegui bermain cukup baik di Sevilla. Ia meraih gelar Liga Europa bersama Sevilla pada musim 2019/2020 dan kualifikasi Liga Champions dalam tiga musimnya sebagai manajer Sevilla.

Namun, cara Sevilla memulai musim 2022/2023 mungkin cukup untuk menentukan waktu pelatih Andalusia di sana.

Itu merupakan kekalahan keempat Sevilla di La Liga musim ini. Sevilla saat ini berada di posisi 16 dengan hanya mengumpulkan lima poin dari tujuh pertandingan. Mereka hanya menang sekali dari sembilan pertandingan yang mereka mainkan di semua kompetisi sejauh ini.

Menurut AS, petinggi Sevilla telah memutuskan bahwa sudah saatnya untuk mencari pengganti Lopetegui. Televisi Spanyol bisa membalikkan keadaan, dia bisa langsung dipecat.

⦁ Simone Inzaghi (Inter Milan)

Inter Milan asuhan Simone Inzaghi berada di urutan ketujuh dalam klasemen Serie A Italia setelah delapan pertandingan musim ini.

Kekalahan 1-2 yang mereka alami dari AS Roma pada laga terakhir, Sabtu (10/1/2022), kemungkinan besar akan dilihat sebagai kemunduran besar. Maklum, Inzaghi membawa Inter Milan finis di peringkat kedua musim lalu.

Namun, tim ini jelas belum menunjukkan kemampuan terbaiknya musim ini. Berbicara setelah kekalahan 1-2 dari AS Roma, jurnalis Gianluca Di Marzio mengatakan Inzaghi bisa segera berakhir dalam masalah.

Pekerjaannya sebagai pelatih Inter Milan belum dalam bahaya, tetapi jika terus seperti ini dan tidak membaik, dia akan memulai karirnya bersama Nerazzurri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *